Curacao Jadi Korban, Jerman Ulangi Tragedi Pembantaian 7-1 Setelah 12 Tahun

Olahraga33 Dilihat

HOUSTON, SASTALPOS.COM – Memori kelam publik sepak bola dunia pada musim panas 2014 silam mendadak bangkit dari kubur. Skor paling ikonik sekaligus mengerikan dalam sejarah modern sepak bola kembali tercipta di panggung tertinggi. Tim nasional Jerman secara luar biasa mengulangi kemenangan magisnya, kali ini dengan meluluhlantakkan tim debutan asal Karibia, Curacao, dengan skor telak 7-1 pada laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Texas, Minggu (14/6/2026) malam waktu setempat atau Senin dini hari WITA.

​Bagi pencinta sepak bola, skor ini adalah replika sempurna dari tragedi Mineirazo 12 tahun lalu, saat Der Panzer mempermalukan tuan rumah Brasil dengan angka yang sama persis di babak semifinal Piala Dunia 2014.

Jalannya Pertandingan: Keajaiban Instan yang Berujung Petaka

​Pasukan Julian Nagelsmann langsung menekan sejak peluit pertama dibunyikan. Hasilnya, Felix Nmecha sudah membuka keunggulan Jerman pada menit ke-6 memanfaatkan umpan taktis Florian Wirtz.

​Namun, Houston Stadium sempat bergemuruh pada menit ke-21. Curaçao secara mengejutkan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sepakan mendatar Livano Comenencia. Gol ini disambut perayaan emosional mengingat ini adalah gol pertama sepanjang sejarah keikutsertaan Curacao di putaran final Piala Dunia.

​Sayangnya, gol tersebut justru membangunkan macan tidur. Jerman mengamuk sebelum turun minum melalui sundulan Nico Schlotterbeck (38′) dan eksekusi penalti tenang Kai Havertz (45+4′).

​Memasuki babak kedua, perbedaan kelas kedua tim menjadi tontonan yang kontras. Jerman tanpa ampun menambah empat gol tambahan yang masing-masing dilesakkan oleh Jamal Musiala (47′), bek muda Nathaniel Brown (68′), Deniz Undav (78′), dan gol kedua Havertz pada menit ke-88 untuk menutup laga dengan skor akhir 7-1.

Baca juga:  Belanda vs Jepang: Duel Para Mantan Penjajah Berakhir Tanpa Pemenang

Pernyataan Resmi Pasca Laga

Dalam sesi konferensi pers usai laga, pelatih kepala Jerman, Julian Nagelsmann, mengaku sangat puas dengan intensitas yang ditunjukkan anak asuhnya, meski mereka sempat dikejutkan oleh perlawanan berani Curaçao di paruh pertama.

​”Itu adalah awal yang luar biasa, 15 menit pertama berjalan fantastis. Gol penyeimbang dari Curaçao memang tidak terduga, tetapi sangat menarik melihat bagaimana tim ini bereaksi setelahnya. Butuh waktu beberapa menit bagi kami untuk kembali ke permainan. Curaçao bermain lebih baik dan lebih berani daripada yang diperkirakan banyak orang di Jerman,” ujar Nagelsmann kepada para jurnalis.

​Lebih lanjut, pelatih berusia 38 tahun tersebut mengungkapkan bahwa kemenangan masif ini menjadi suntikan moral yang luar biasa untuk mengembalikan kepercayaan publik sepak bola Jerman.

​”Tidak mudah untuk mencetak tujuh gol, jadi kami cukup puas. Kami berada di jalur yang benar. Setelah pertandingan, ada lagu yang dinyanyikan oleh para penggemar Jerman berjudul ‘kereta ini tidak memiliki rem’ (the train has no brakes). Kami akan mencoba melakukan itu, untuk terus melaju dan melaju di turnamen ini,” tegasnya tanpa bisa menyembunyikan senyum.

Baca juga:  Dies Natalis Polnustar, Tim Bola Voli  SMA N 1 Tamako Melenggang Ke Final

Fakta Menarik Berdasarkan Data Opta

​Statistik pasca-pertandingan yang dirilis oleh penyedia data olahraga terkemuka, Opta, mencatat sejumlah torehan menarik dan langka dari pertandingan bersejarah ini:

​Kembalinya Skor Keramat: Jerman menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu memenangkan dua pertandingan berbeda dengan skor spesifik 7-1 (vs Brasil pada 2014 dan vs Curaçao pada 2026).

​Efisiensi Havertz: Kai Havertz kini tercatat sebagai pemain Jerman pertama yang mencetak gol penalti dan gol dari skema open play dalam satu laga Piala Dunia sejak Thomas Müller melakukannya pada tahun 2014.

​Sejarah Manis Comenencia: Gol Livano Comenencia pada menit ke-21 menjadikan dirinya sebagai pencetak gol termuda sekaligus pertama untuk Curaçao di ajang Piala Dunia, memutus catatan clean sheet Jerman di laga pembuka turnamen besar sejak 2016.

​Patahnya Kutukan Laga Pembuka: Ini adalah kemenangan pertama Jerman di laga pembuka Piala Dunia dalam 8 tahun terakhir, setelah sebelumnya mereka selalu tumbang di laga pertama pada edisi 2018 (vs Meksiko 0-1) dan 2022 (vs Jepang 1-2).

​Dengan hasil ini, Jerman dengan nyaman memimpin klasemen sementara Grup E dengan raihan 3 poin dan surplus 6 gol, sementara Curaçao harus segera membenahi mental mereka sebelum menghadapi laga krusial berikutnya demi menjaga asa di Piala Dunia 2026.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Sastal Pos di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP