by

Kasus DBD Di Sangihe Meningkat, Awal Januari Dua Anak Meninggal

SANGIHE, SASTALPos.com – Awal Januari ini, Kabupaten Kepulauan Sangihe dikejutkan dengan meninggalnya dua orang anak yang disebabkan oleh serangan virus dari jenis nyamuk Aedes Aegypti atau biasa disebut Demam Berdarah Dengue (DBD). Di Rumah Sakit Umum Liungkedage Tahuna (8/1/2019).

Dari data yang dihimpun media sastalpos.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat dari 64 kasus DBD ini terdiri dari 14 kasus di bula Oktober, 18 Kasus bulan November dan 25 kasus dibulan Desember 2018, sementara di bulan Januari 2019 di hari ke 8 ini sudah terdapat 7 kasus dengan dua anak meninggal dunia.

“ Penyebaran virus dari jenis nyamuk Aedes Aegypti di Kepulauan Sangihe ini sejak bulan Oktober – Desember tahun lalu, sehingga kami melalui Puskesmas menghimbau masyarakat untuk melakukan 3 M ( Menguras, Menutup, Mengubur) dan terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, “ Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe dr, Yopie Tunggari

Menurut Kadis Kesehatan, sesuai data Tahun 2018 ada beberapa kecamatan yang rawan DBD seperti kecamatan Tahuna Barat Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tabukan Utara Kampung Raku dan Petta dan Kecamatan Tahuna Kelurahan Soataloara. Dan di awal Januari 2019 ini daerah rawan DBD ada di kecamatan Tahuna di kelurahan Manente dan Santiago sementara di Kecamatan Tahuna Timur pada kelurahan Tidore dan Tona.

“ Kami sudah melakukan Fogging atau Pengasapan di sejumlah titik rawan DBD di Tahun 2018 dan ini merupakan Sirklus 5 tahunan yang terjadi diwilayah Sulawesi Utara,” Ungkap Tungari seraya terus menghimbau warga Sangihe untuk melakukan 3 M dan menjaga kebersihan Lingkungan.

“ Besok, tim akan melakukan Fogging atau Pengasapan terfokus di dua Kecamatan yang rawan dan memiliki potensi bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti ,“ Tutupnya. (Gun)

News Feed